Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Sunday, October 28, 2018
Merindukan Rintikan Hujan



Hey angin . . . . Ku sapa kau yang menyejukkan
Hingga kau menerbangi dedaunan dan ranting - ranting kecil
Kurasakan segenap dinginnya kau hembuskan
Entah bagaimana perasaan akan tersampaikan
Begitulah angin yang berhembusan disore hari

   Tetapi coba rasakan panasnya disiang hari
   Sinar matahari yang membakar kulit
   Gedung - gedung tingkat yang bersilauan
   Mereka pejalan kaki yang ingin terus berteduh
   Mereka pekerja keras yang lelah akan paparan sinar
Air . . . . Kau mulai berkurang
Tanah persawahan mulai mengering
Siang hari terpaparnya matahari

Lihatlah dan rasakan wahai manusia
Dunia ini mulai memanas
Bagaimana mungkin kalian asyik berfoya
Sedangkan kehidupan ini akan hilang
   Terasakan panasnya aparan matahari
   Yang ku rasakan kerinduan hujan yang teringat
   Bukan mengenang kisah dibalik rintikan hujan
   Tetapi rindu akan hujan sebagai kebutuhan

Air sumur mengering . . . .
Jalan - jalan beretakkan bagian - bagiannya
Tanah sawah yang kemarin subur kini pun mengeras
Seperti kerasnya dunia ini,  semakin hari bertambah panas
Terdengar kabar daerah sana daerah sini
Telah terjatuhi hujan, rintik - rintik air berjatuhan
Yang ku tunggu adalah  kesejukan hujan yang membawa kedamaian
Membawa rezeki dan menjadikan solusi agar tak ada kekeringan
Inilah kerinduan yang selalu menanti hujan


0 comments: